Beranda » Sirah & Biografi » Peperangan Rasulullah Pelajaran & Hikmah

Peperangan Rasulullah Pelajaran & Hikmah

Kode: PR-UMQ Stok: Tersedia
Berat 1500 gram
Kondisi Baru
Kategori Sirah & Biografi
Dilihat 1.982 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Peperangan Rasulullah Pelajaran & Hikmah

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Rp 150.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Peperangan Rasulullah Pelajaran & Hikmah
Rp 150.000
Tersedia / PR-UMQ
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Peperangan Rasulullah Pelajaran & Hikmah

[Kisah Seorang Pincang, Seorang Junub & 2 Kakek Tua yang Ingin Mati Syahid di Perang Uhud]

Di antara penyubur keimanan yg kuat adalah mempelajari kisah-kisah perjuangan rasulullah & para sahabat dalam berdakwah & berjihad. Semoga kisah-kisah berikut bisa menambah keimanan kita semua.

👤 Amru bin Jamuh

Dia adalah seorang yg sakit pincang berat. Ia memiliki 4 orang anak pemberani seperti singa yg turut menyertai rasulullah dalam beberapa peperangan.

Ketika perang uhud, mereka menahannya utk tdk ikut berperang. Maka dia mendatangi rasulullah,

“Demi Allah, aku sangat ingin bisa menginjakkan kakiku yg pincang ini di surga.”

Lalu rasulullah mendokannya utk mati syahid. Lalu Amru pun berangkat sembari menghadap kiblat dan berkata,

“Ya Allah, janganlah Engkau kembalikan aku ke keluargaku dalam keadaan merugi.”

Akhirnya dia pun terbunuh sebagai syahid. [Hal. 257-258]

👥 Husail bin Jubair & Tsabiy bin Waqasy

Mereka berdua termasuk yg diamankan ke dalam benteng pada perang uhud bersama para wanita & anak-anak karena sdh tua renta. Salah satu mereka berkata kepada sahabatnya,

“Apalagi yg kamu tunggu? Demi Allah tdk tersisa umur kita melainkan hanya seukuran pendeknya waktu keledai yg digunakan utk minum. Kita akan segera mati hari ini atau besok. Mengapa kita tdk mengambil pedang kita & menyusul rasulullah, semoga saja Allah karuniakan mati syahid kepada kita karena membela rasulullah.

Maka keduanya segera mengambil pedang mereka, kemudian berperang hingga terbunuh. [Hal. 258-259]

👤 Hanzhalah bin Abi Amir

Ketika pasukan kaum musyrikin mengetahui bahwa Hanzhalah berhasil memukul kuda Abu Sufyan hingga ia terjatuh ke tanah, lalu Hanzhalah berteriak hendak membunuhnya. Maka pasukan quraisy melemparnya dgn 2 tombak hingga ia terbunuh.

Rasulullah bersabda,

“Sungguh aku melihat malaikat memandikannya di antara langit & bumi dgn air awan dalam sebuah bejana perak. Tanyakan kepada keluarganya ada apa dgn dirinya”

Lalu para sahabat bertanya kepada istrinya lalu dia menjawab,

“Ia berangkat dalam keadaan mandi junub ketika mendengar seruan utk berperang”. [Hal. 250]

👉🏻 Yuk baca kisah-kisah heroik dan pelajaran & hikmah dari peperangan-peperangan yg dijalani rasulullah dalam buku berjudul : Peperangan Rasulullah – Pelajaran & Hikmah

Buku ini merupakan terjemahan dari buku Ghazawat Ar-Rasul yang disusun oleh Dr. Ali Ash-Shallabi. Penulis merupakan ulama ahli Al-Qur’an dan Tarikh dari Libia yang sudah diakui kepakarannya. Beliau memiliki banyak sekali karya, terutama dalam kajian Sejarah Islam, dari era Rasulullah (571 M) hingga era Daulah Utsmaniyah (1924 M). Beliau memiliki kumpulan karya yang dihimpun dalam Mausu’ah As-Siyar (Ensiklopedia Sirah).

Dalam buku ini, penulis mencoba menghadirkan salah satu sisi dari dimensi hidup Rasulullah. Beliau memang diutus ke dunia sebagai nabi dan rasul. Tetapi, beliau hadir bukan hanya sebagai seorang pemimpin keagamaan yang mengajak dengan seruan. Beliau juga tampil sebagai seorang ahli politik, pemimpin negara, sekaligus panglima perang. Perjalanan hidup beliau pun tidak lepas dari politik perang. Karena, memang perang adalah salah satu bentuk jihad yang merupakan bagian dari syariat Islam.

Penulis buku ini mencoba mendokumentasikan momen-momen peperangan yang pernah dilancarkan oleh Rasulullah secara lengkap. Dari latar belakang, detail teknis, hingga hikmah-hikmah yang mengiringi setiap perang. Karena itu, buku ini menjadi begitu penting, mengingat tidak banyak buku Sirah Nabawiyah lain yang secara khusus memfokuskan bahasannya pada aspek ini. Padahal, banyak sekali pelajaran startegi maupun moral yang bisa diambil. Ini sudah diakui oleh banyak pakar sejarah dan militer, baik dari Barat maupun Timur.

Yang pasti, Sirah Nabawiyah adalah sumber yang tak kunjung kering untuk didulang faedahnya. Apalagi sudah ada penegasan di dalam Al-Qur’an: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (Al-Ahzab: 21). Walaupun ayat terkait turun ketika dalam keadaan berkecamuk Perang Ahzab, tetapi hukumnya umum; meliputi keadaan kapan saja dan dalam hal apa saja.

Ibnu Katsir menegaskan hal ini di dalam tafsirnya, “Ayat yang mulia ini merupakan fondasi/dalil yang agung dalam meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua perkataan, perbuatan, dan keadaan beliau. Orang-orang diperintahkan meneladani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (di antaranya) dalam Perang Ahzab; berkenaan dengan kesabaran, usaha bersabar, istiqamah, perjuangan, dan penantian beliau terhadap pertolongan dari Rabbnya.”

Penulis    : Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi

Ukuran   : 17 x 24 cm

Tebal       : 772 hal (Hvs 70gr)

Berat       : 1,5 kg

ISBN       : 978-602-7637-56-6

Tags: , , ,

Ditambahkan pada: 8 May 2019
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Chat via Whatsapp
Admin Muslimpedia
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Admin Muslimpedia
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja